"Saya setuju di bagian speaker masjid harus diatur. Karena memang suaranya kadang terlalu keras. Contohnya waktu takbiran lebaran bisa sampe subuh dan ganggu yang mau tidur. Tapi saya tak terima kalau azan dibandingkan dengan suara anjing," kicau salah satu netizen.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Thobib Al Asyhar menegaskan Menag Yaqut sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara gonggongan anjing.
Ia mengatakan, berita viral yang menyatakan Menag membandingkan dua hal tersebut adalah sangat tidak tepat.
"Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing, tapi Menag sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara," jelas Thobib Al Asyhar dalam keterangan yang diterima Okezone, Kamis (24/2/2022).
(Ahmad Muhajir)