Sebelum menetas, embrio hiu hantu berkembang di dalam cangkang telur di dasar laut. Mereka mengkonsumsi kuning telur sampai akhirnya siap menetas.
Dr Finucci berpendapat, karakter hiu hantu muda berbeda dengan versi dewasa, sehingga penemuan bayi ini terasa signifikan.
"Spesies hiu hantu muda dapat hidup di habitat yang sangat berbeda. Mereka memiliki pola makan yang berbeda, bahkan terlihat sangat berbeda dari yang dewasa," ujarnya.
Diketahui, hiu hantu bukan lah hiu yang sebenarnya, namun dia berkerabat dekat dengan hiu dan pari. Kerangka tubuhnya terdiri dari tulang rawan, sehingga membuat mereka menakutkan.
Sebagian besar spesies hiu hantu berhabitat di laut dalam, meskipun beberapa lebih suka hidup di perairan pantai yang dangkal.
(Ahmad Muhajir)