Kemudian, para ilmuwan mengikatnya ke filter di masker menggunakan asam polilaktat.
Menurut Yasuhiro Tsukamoto sebagai peneliti utama, inovasi ini dapat megidentifikasi orang yang terinfeksi COVID-19 yang tanpa gejala, sehingga membuatnya bisa ditangani lebih cepat.
Baca Juga: Mengungkap Terjemahan Kalender Suku Maya yang Dipakai Memprediksi Kiamat
Meski demikian, tidak dijelaskan lebih jauh apakah filter masker ini bakal dijual ke pasaran secara global atau tidak.
Namun, Tsukamoto berharap penemuan ini dapat diterapkan pada virus lainnya.
(Ahmad Muhajir)