Berdasarkan laporan Drivespark, air tidak bisa mengompres seperti campuran bahan bakar dan udara biasa. Biasanya water hammer terjadi saat kendaraan melewati jalanan banjir dan air masuk ke ruang bakar.
Seketika piston terhalang oleh air sehingga tidak memiliki tempat untuk bergerak. Akibar terparah dari water hammer yakni connecting rods yang bengkok, kepala silinder dan crankcase yang rusak atau lebih buruk lagi bisa bikin blok mesin pecah.
Untuk memperbaikinya tentu tak murah. Agar tak merugi, pengendara disarankan untuk tidak menerobos banjir.
(Kemas Irawan Nurrachman)