JAKARTA - United Nations Assessment of Nationally Determined Contributions (NDCs) melaporkan penelitian ilmiah yang berbicara tentang dampak jangka panjang dari perubahan iklim, seperti naiknya tingkat gas rumah kaca, suhu dan permukaan laut.
Laporan tersebut menyebutkan perkembangan saat ini untuk menangkal peningkatan suhu udara tidak begitu menjanjikan, sehingga bisa saja temperatur naik 2,7 derajat celsius di tahun 2100.
Baca Juga: Pemerintah Minta Negara Lain Cegah Kenaikan Suhu Global Tak Lebih dari 1,5 Derajat Celsius
Ini merupakan kondisi berbahaya yang bisa terjadi di 2100 di mana kebakaran, badai, kekeringan, banjir dan panas, pergeseran tanah dan perubahan ekosistem perairan, akan marak terjadi.
"Menurut permodelan kami, temperatur rata-rata global akan terus naik di atas tahun 2100," tulis laporan, dikutip dari Science Alert, Rabu (29/9/2021).