"Generasi milenial harus mewujudkan digital leadership dan digital talent untuk menghadapi transformasi digital," ujarnya.
Sarwoto menjelaskan, teknologi 5G memunculkan peluang bagi para pelaku usaha ekonomi digital lewat kecepatan jaringan dan akses informasi yang lebih cepat. "Sangat penting memperkuat infrastruktur 5G hingga ke pelosok Indonesia sehingga dapat muncul pelaku bisnis digital lewat dari daerah pelosok Indonesia."
Ia juga mendukung adanya regulasi terkait perlindungan data pribadi. "Regulasi perlindungan data pribadi sangat dibutuhkan ketika layanan 5G meluas ke seluruh Indonesia."
Sementara itu Anggawira selaku Wakil Ketua Umum BPP HIPMI menjelaskan dari sudut pandang Ekonomi, layanan 5G membawa harapan karena kebutuhan akan data dan informasi menjadi kebutuhan primer dunia usaha. "Perlu ada kolaborasi stakeholder agar akses layanan 5G bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha."
"Pelaku usaha harus tetap survive di masa pandemi ini, lalu pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang tepat untuk mengawal era digital ini, tentunya kita berharap ke depan pasar domestik kita bisa di dominasi oleh pelaku ekonomi digital dalam negeri", ujar Anggawira.
(Dyah Ratna Meta Novia)