Menurut Reuters, sejak pertama kali muncul tahun 2014 hingga saat ini hanya 27.000 unit yang pernah diproduksi. Robot Pepper juga banyak digunakan sebagai alat penelitian dan pendidikan untuk sekolah, perguruan tinggi dan universitas.
Pakar robotika Prof Noel Sharkey menyambut baik dihentikannya produksi robot tersebut. Karena robot tersebut malah memberikan kesan salah tentang kecerdesan buatan.
"Pepper melakukan banyak hal yang merusak penelitian robotika asli dengan memberikan kesan yang sering salah tentang makhluk kognitif yang cerdas yang dapat melakukan percakapan," katanya.
Padahal, lanjutnya, robot itu dikendalikan dari jarak jauh dengan percakapan manusia melalui speakernya. "Menipu publik dengan cara ini berbahaya dan memberikan kesan yang salah tentang kemampuan AI di dunia nyata," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)