Pemerintah Sukses Vaksin 5.227 Awak Media dan Pengetahuan Selama 3 Hari

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 03 Maret 2021 11:51 WIB
Diskusi Pandemi Covid-19 bersama Kementerian Kominfo (foto: Kominfo)
Share :

Diskusi Digital Literacy Talks berjudul “Strategi Kolaborasi Melawan Hoaks” yang menghadirkan Anthonius Malau (Koordinator Pengendalian Konten Internet KemKominfo); Dewi Sari (Mafindo); Dr. Andi Khomeni (KCPEN); dengan moderator Indriyatno Banyumurti (ICT Watch). Diskusi ini mengungkapkan bahwa negara telah memiliki tim yang bekerja 24 jam penuh, 3 shift yang terdiri dari 90 orang, yang bertugas untuk memberikan label konten-konten yang melanggar peraturan perundang-undangan dengan sistem kecerdasan artifisial, lalu memberikan tautan kepada informasi yang benar, yang diproduksi oleh mitra-mitra Komimfo seperti media misalnya, hingga memutus akses.

Hal ini penting dilakukan, mengingat masyarakat mengkonsumsi lima informasi hoaks tentang Covid dalam sehari. Ini baru tentang Covid, belum ditambah informasi lain seperti politik, ekonomi, sosial, selebritis. Sejauh ini telah ada 122 kasus yang sedang diproses oleh Kepolisian terkait berita hoaks seputar Covid.

Informasi hoaks seputar Covid misalnya meliputi sakit pasca vaksin; kematian; tisue basah pengganti masker; menghirup uap panas sebagai cara terhindari dari Virus Covid; konsumsi bawang putih Vaksin mengandung microchip dan sebagainya. Kondisi lain yang membuat masyarakat percaya berita hoak seputar vaksin misalnya himbauan untuk tetap menggunakan masker walau telah vaksin misalnya.

Dibutuhkan penjelasan lanjutan bahwa upaya untuk merespon Virus Corona bagaikan membangun benteng. Dimana, vaksin adalah bagian dari salah satu lapisan benteng pertahanan. Ketika kita tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan melakukan vaksin, maka ada ada empat lapis yang harus dilewati oleh virus corona sebelum menembus ke dalam diri seseorang.

Produksi berita hoaks kadang menggunakan informasi yang benar dari otoritas tertinggi, namun berbeda konteks. Sebagaimana himbauan terdahulu oleh Menkes tahun 2020 bahwa masker hanya untuk orang sakit, kemudian, di beberapa saat setelah itu muncul himbauan baru, bahwa siapapun diminta untuk menggunakan masker.

Informasi lama tersebut, kemudian dengan sengaja disirkulasikan kembali, hingga kemudian membuat masyarakat justru menggunakan berita yang memang menghadirkan otiritas pemerintah, menjadi sebuah keyakinan untuk berperilaku.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya