Data radar aperture sintetis dari luar angkasa, kata NASA, menunjukkan perubahan permukaan tanah dari sebelum dan sesudah peristiwa besar seperti gempa Bumi. Dalam hal ini, data digunakan untuk menunjukkan hasil yang menghancurkan dari sebuah ledakan.
Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer
Saat peta seperti ini dibuat, mereka tidak hanya untuk tujuan melihat seberapa buruknya hal tersebut. Tingkat kerusakan di area tertentu dapat menjadi indikator besar bagi personel darurat yang ingin mencoba menemukan korban selamat di antara reruntuhan.
Saat kerusakan meluas, terkadang tidak segera jelas ke mana petugas tanggap darurat harus memfokuskan perhatian mereka. Tapi, peta ini bertindak sebagai panduan untuk mendorong mereka ke arah yang benar.
Ledakan dilaporkan terjadi saat timbunan besar amonium nitrat terbakar. 2.750 ton kimia tersebut telah disimpan di gudang dekat pelabuhan selama kurang lebih enam tahun.
(Ahmad Luthfi)