MOLSHEIM - Bugatti belum akan memproduksi model supercar kedua yang disebut-sebut sebagai crossover hingga akhir 2020. Paling tidak ada beberapa alasan produsen mobil tersebut menahan diri.
Paling utama, pabrikan Prancis itu tengah menghemat anggaran terkait pandemi Covid-19. Presiden Bugatti, Stephan Winkelmann mengatakan, perusahaannya saat ini lebih berfokus pada likuiditas. Demikian dilansir dari Carscoops, Kamis (23/7/2020).
"Saat ini kita perlu mengesampingkan masalah tersebut. Mengingat kondisi ekonomi yang kita alami saat ini, prioritas utama perusahaan adalah likuiditas," ujarnya.
Menurut Winkelmann, citra dan faktor merek perusahaan bisa membantu meluncurkan model lain yang lebih praktis dan lebih terjangkau daripada Chiron seharga Rp42,7 miliar.
Selain itu, Winkelmann percaya pada kondisi sekarang (pandemi Covid-19), pelanggan yang sangat kaya pun mungkin tidak siap menghabiskan banyak uang untuk sebuah hypercar.