JAKARTA- Samsung memprediksi penurunan laba pada kuartal kedua tahun ini pada penjualan smartphone dan televisi. Menurut perusahaan hal tersebut lantaran pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung. Minat jual konsumen pun menjadi berkurang. Belum lagi beberapa produksi tertunda karena pabrik tutup.
"Penghasilan akan memburuk dengan sungguh-sungguh untuk ponsel, peralatan rumah tangga dan TV, yang membebani saham," kata seorang analis di Cape Investment and Securities, Park Sung-soon, seperti dilansir dari laman Reuters, Rabu (29/4/2020).
Sementara itu, Samsung memperkirakan bahwa bisnis chip akan terus berkembang karena banyaknya permintaan.
"Bahkan ketika ketidakpastian seperti itu tetap ada, kondisi keseluruhan dalam industri memori cenderung menguntungkan karena permintaan server dan PC," kata Wakil Presiden Senio di bisnis chip Samsung, Han Jin Man.
Samsung melaporkan laba operasi bisnis chip naik 3% menjadi 6,4 triliun won atau USD5,2 miliar pada kuartal pertama, didorong oleh permintaan chip yang kuat dan mengurangi pengeluaran pemasaran untuk ponsel.
(Amril Amarullah (Okezone))