Lyrid, Hujan Meteor Tertua Pernah Diamati 2.700 Tahun Lalu

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Senin 06 April 2020 17:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA- Hujan meteor Lyrid merupakan hujan meteor tertua yang terjadi setiap tahunnya. Lyrid biasanya mencapai puncaknya pada akhir April. Hujan meteor ini telah diamati selama 2.700 tahun. Pengamatan pertama hujan meteor Lyrid yakni pada 687 SM oleh orang China.

Hujan meteor ini terjadi ketika atmosfer bumi bergesekan dengan komet Thatcer saat melewati orbitnya. Lalu, serpihan komet ini terbang ke atmosfer dan tampak seperti benda yang menyala jika dilihat dari Bumi.

Dilansir dari laman NASA, Senin (6/4/2020) Lyrid dikenal karena meteornya yang cepat dan cerah, meskipun tidak secepat atau sebanyak yang dimiliki Perseid pada bulan Agustus.

Lyrid dapat mengejutkan para pengamat dengan hujan sebanyak 100 meteor terlihat per jam. Penampakan pada hujan yang lebih deras ini terjadi pada 1803 (Virginia), 1922 (Yunani), 1945 (Jepang), dan 1982 (Amerima Serika). Secara umum, hujan meteor Lyrid jatuh mencapai 10-20 meteor per jam selama puncaknya.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya