JAKARTA - Beberapa perusahaan teknologi terkena dampak dari wabah virus korona. Perusahaan teknologi ini mulai dari Apple hingga Samsung.
Apple
Apple mengakui bahwa virus korona menyebabkan berkurangnya produksi iPhone secara global yang membuat Apple mengalami kerugian.
"Kami tidak berharap untuk memenuhi pendapatan yang kami targetkan pada kuartal Maret. Pasokan iPhone di seluruh dunia akan sementara dibatasi," kata Apple.
Perusahaan juga telah membuka toko yang sebelumnya ditutup. Apple menutup 42 toko pada 1 Februari 2020 dan mulai kembali membuka tokonya mulai 14 Februari 2020.
Meskipun sudah mulai dibuka, ada pembatasan jam operasional yang diterapkan oleh Apple.
Pekan lalu, Apple mengungkapkan bahwa wabah virus korona akan mempengaruhi bisnisnya pada kuartal pertama yakni pada bulan Januari-Maret, karena pasokan iPhone di seluruh dunia terbatas di tengah wabah.
Samsung
Virus korona juga mempengaruhi perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung. Dilansir dari laman Straits Times, beberapa waktu lalu Samsung bahkan sempat menutup pabriknya di Gumi, Korea Selatan karena salah satu karyawan telah terinfeksi virus korona.
Pabrik saat ini sudah kembali beroperasi. setelah kejadian tersebut saham Samsung turun sebanyak 3 persen di Seoul. Samsung mengambil beberapa langkah untuk mepertahankan bisnisnya.
Perusahaan tersebut telah mengalihkan setengah produksi smartphone ke Vietnam, tetapi masih memproduksi beberapa model premium di kompleks Gumi.