Adapun dalam proses pengembangannya, banyak tantangan yang dihadapi oleh tim. Misalnya ketika uji coba masalah bug seringkali ditemui, sehingga perlu dilakukan programming ulang untuk mengatasi bug tersebut.
Selain itu, sistem operasi yang digunakan adalah open source sehingga jika ada perubahan terhadap sistem operasinya perlu dilakukan pemasangan ulang (injeksi). Ini merupakan tantangan untuk smartphone yang mengalami kendala karena injeksi sistem operasi yang terlalu sering, menyebabkan beberapa komponen, terutama memori penyimpan menjadi mudah rusak dan perlu diganti.
“Kedepannya ingin dilakukan pengembangan untuk penyedia energi untuk pengisian daya. Saat ini untuk mengisi daya masih membutuhkan listrik, nanti sistem akan diintegrasikan dengan sel surya portable sehingga sistem ini bisa digunakan di manapun, termasuk tempat-tempat terpencil di Indonesia yang belum dialiri listrik,” ujarnya.
(Ahmad Luthfi)