Dengan menggunakan algoritma evolusioner, Joshua dan timnya memerintahkan superkomputer bahwa mereka ingin sel-sel ini mencapai tugas sederhana untuk bergerak melintasi cawan petri.
Tujuan utama untuk membuat robot hidup ini adalah untuk membuat robot yang bisa pergi ke tempat robot biasa tidak bisa pergi, dan meninggalkan lebih sedikit limbah ketika tujuannya telah terpenuhi.
Misalnya, Xenobot dapat digunakan untuk mengirim obat ke target spesifik di tubuh manusia atau digunakan untuk mengumpulkan mikroplastik di lautan.
"Karena bio-bot kecil ini terdiri dari 100 persen jaringan hidup, mereka 100 persen dapat terurai secara hayati dan biokompatibel," Jelasnya.
Joshua Bongard juga memahami mengapa beberapa orang khawatir dengan gagasan robot yang hidup. "Tidak ada rekayasa genetika di sini, jadi kita tidak bermain-main dengan virus atau DNA organisme. Jika Anda memperbesar Xenobot ke tingkat sel individual, Anda sedang melihat sel katak yang normal," katanya.
(Ahmad Luthfi)