Mereka kemudian menggunakan teleskop Keck I AS dan Gran Telescopio Canarias dari Spanyol untuk menentukan sifat-sifat kedua bintang (dalam orbit 79 hari yang ketat) dan lubang hitam pendampingnya. Metode deteksi sebelumnya diperlukan mencari lubang makan gas dari bintang yang membuat penampakan relatif jarang.
Selain itu, para astronom yang merekam gelombang gravitasi telah menemukan bahwa lubang hitam yang bertabrakan menghasilkan gelombang jauh lebih besar dari biasanya.
Baca Juga: Case iPhone 11 Ini Terbuat dari Cokelat, Bisa Dimakan?
Baca Juga: Teleskop Luar Angkasa Hubble Tangkap Objek Galaksi Cincin
(Ahmad Luthfi)