“Konsep itu juga menciptakan kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat, rumah dan bangunan yang hemat energi, bangunan ramah lingkungan dan memakai sumber energi terbarukan,” paparnya.
Pelatihan batch 1 yang berlangsung dari tanggal 25 s.d. 29 November 2019 itu, diikuti oleh 30 orang peserta dari Kabupaten Magetan, Bima, Batang Hari, Lebak, Nias Selatan, Kepulauan Sangihe, Kota Malang, Solok, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Selain di BPPTIK Cikarang, peserta pelatihan juga melakukan studi visit ke Bandung Smart City. Menurut Kepala Badan Litbang SDM, para peserta pelatihan akan mempelajari bagaimana sesungguhnya smart city bukan hanya merupakan permasalahan teknologitetapi bagaimana cara berpikir secara cerdas dalam pengelolaan sebuah kota.