Selain itu, struktur dapat beradaptasi dengan perubahan dasar sungai (fleksibel), kerusakan yang terjadi pada bangungan bendung/bangunan pengendali dasar sungai dapat diganti sesuai dengan bagian-bagian yang mengalami depresiasi (modular), strukturnya terbagi-bagi menjadi beberapa segmen (segmental).
Juga dapat meningkatkan aerasi di hilir struktur bending sehingga kualitas air menjadi lebih baik (eco hydraulic), menekan kebutuhan biaya produksi dan menghemat waktu pengerjaan proyek.
“Inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur agar jadi lebih baik, cepat dan murah. Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,”ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Minggu (22/9/2019).
(Gabriel Abdi Susanto)