Teknologi ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Pusair) Ditjen SDA Kementerian PUPR dan telah terdaftar secara paten di Direktorat Jenderal (Ditjen) HAKI, Kementerian Hukum dan HAM.
Salah satu peneliti yang turut dalam pengembangan Bendung Modular, James Zulfan. James akan mewakili Indonesia untuk mengikuti kompetisi internasional di Berlin, Jerman pada November 2019. Dia akan bertanding melawan perwakilan dari 100 negara dari seluruh dunia.
Pada 2018, Kementerian PUPR berhasil membangun Bendul Modular di Sungai Gugubali, Desa Tiley, Pulau Morotai dengan lebar kurang lebih 30 meter, untuk mengairi daerah irigasi seluas 300 hektare.
Keunggulan
Beberapa keunggulan jaringan irigasi dengan konsep bendung modular antara lain, sambungan saluran irigasi kuat dan cukup kedap untuk meminimalkan hilangnya air akibat longsor dinding saluran.