Kasus ini berasal dari penyelidikan yang dimulai pada Maret 2018 setelah pengungkapan bahwa konsultan Inggris Cambridge Analytica mengakses data 87 juta pengguna Facebook tanpa izin. Akses puluhan juta pengguna Facebook ini kabarnya untuk membantu Donald J. Trump dalam kampanye presiden 2016.
Facebook mengatakan telah melihat jutaan aplikasi sejauh ini dalam penyelidikan yang sedang berlangsung. Pada Agustus 2018, perusahaan dikatakan menangguhkan 400 aplikasi.
Pengungkapan tentang penangguhan aplikasi berskala besar memperbaharui pertanyaan tentang bagaimana Facebook dan perusahaan teknologi besar lainnya menangani informasi pribadi. Menjadi pertanyaan pula bagaimana data itu mendorong kekuatan pemasaran mereka yang besar.
(Ahmad Luthfi)