Katalis yang dikembangkan peneliti yang meraih gelar doktor dari Chiba University, Jepang ini berbasis material terbarukan dan ketersediaannya berlimpah di alam yakni lempung.
“Kami telah mematenkan penggunaan lempung dalam pengolahan biofuel. Terdapat berbagai jenis lempung di Indonesia dan yang kami gunakan adalah bentonit,” ujar Indri yang pernah meraih Fellowship LOreal – UNESCO for Women In Science pada tahun 2013 lalu.
Dirinya menjelaskan, bentonit selama ini digunakan sebagai absorban dalam proses penjernihan minyak goreng. “Belum ada yang memanfaatkannya sebagai katalis. Padahal bentonit berperan penting dalam reaksi kimia untuk mengubah molekul-molekul berat pada minyak sawit menjadi molekul ringan hidrokarbon yang menyusun komponen pembuatan bahan bakar seperti bensin dan solar,” ujar Indri. Penggunaan lempung untuk pengolahan biofuel ini telah dipatenkan oleh Indri.
Dalam proses risetnya, Indri mendapatkan akses untuk melakukan penelitian di fasilitas milik ISIS Neutron and Muon Source, Science and Technology Facilities Council, di Didcot, Oxfordshire, Inggris melalui skema Newton Fund. “Mayoritas sumber neutron ini ada di Eropa, di Asia belum tersedia. BATAN sebetulnya memiliki fasilitas ini namun energinya kecil sehingga tidak bisa digunakan dalam penelitian ini,” ujar Indri.