Isu Peretasan Situs Pasca Pemilu, Pengamat: KPU Harus Berbenah

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Minggu 21 April 2019 15:58 WIB
Ilustrasi Hacker (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA- Setelah berakhirnya Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diserang isu penghitungan yang salah. Tak hanya itu, kabarnya website KPU juga diserang oleh peretas.

Hal tersebut juga pernah terjadi pada Pilkada 2017 dan 2019, di mana website KPU sempat down dan sulit diakses. Isu peretasan kembali hadir dengan model lama dan model baru. Isu adanya serangan dari peretas Rusia dan China kembali hadir, apalagi sebelum gelaran pemilu, KPU juga sempat melontarkan hal ini.

Di sisi lain masyarakat yang panik dan tidak tahu secara teknis ikut terbawa isu yangsangat ramai di media sosial. Meskipun Pemilu di Indonesia tidak mengait e-Election, tentu saja informasi yang disediakan KPU melalui website sangat penting.

Dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (21/4/2019) pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan bahwa banyak sekali isu yang menyesatkan di publik. Banyak lewat media sosial dan Whatsapp.

Menurutnya selalu ada kemungkinan KPU mengalami serangan pada website dan sistemnya, seperti instansi pemerintah lainnya. Namun konten yang dihadirkan ke publik oleh para buzzer cenderung membodohi publik.

“Salah satu yang paling jelas adalah gambar dan video real time hacking antar negara. Banyak web yang menyediakan ini, salah satunya Kaspersky Lab. Masyarakat yang awam diberikan konten ini dan diarahkan bahwa ini adalah bentuk serangan ke KPU. Bahkan ada yang memberikan gambar billing warnet dan masyarakat percaya,” jelas chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya