"Ini adalah langkah yang sangat penting untuk mengembangkan operasi yang terlibat dalam transplantasi uterus dan keamanannya," kata Profesor Mats Brännström, yang memimpin prosedur ini.
"Untuk pertama kalinya, kami menunjukkan bahwa teknik bedah berbantuan robot yang kurang invasif dapat dilakukan," katanya.
Kabarnya, hanya 15 bayi di seluruh dunia yang lahir dari rahim yang ditransplantasikan, dan sembilan di antaranya dilahirkan setelah prosedur di Swedia. Kelahiran terakhir ialah yang pertama kali terjadi setelah transplantasi rahim yang dilakukan robot.
Baca juga: Ini Foto Lubang Hitam yang Berhasil Ditangkap Astronom
(Ahmad Luthfi)