"Kontribusi ekonomi kreatif pada perekonomian nasional sangat nyata. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan setiap tahun," terangnya.
Ia membeberkan, pertumbuhan sektor ekonomi kreatif Indonesia mencapai sekitar 5,76 %. Artinya sektor ini berada di atas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan.
Sementara di bidang IT, kata Farida, potensi industri aplikasi, dan game hingga Internet of Things (IoT) di Tanah Air diproyeksikan bisa mencapai USD130 miliar atau senilai Rp1.734 triliun pada 2020.
"Besarnya potensi ini tentu harus dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi digital, agar Indonesia bisa menjadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.
Di tengah era industry 4.0 saat ini, ia mengungkapkan media sosial harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk hal yang positif, sebagai tempat berkreasi positif sehingga bisa bernilai ekonomi. Penyebaran konten kreatif juga akan menginspirasi masyarakat untuk melakukan sesuatu yang positif pula.