JAKARTA - Razer dikenal sebagai salah satu perusahaan yang berfokus pada perangkat gaming. Perusahaan mendirikan toko game, namun pada akhirnya ditutup akhir bulan ini sebagai bagian dari rencana penyelarasan.
Dilansir Techcrunch, Senin (18/2/2019), Razer Game Store diluncurkan di seluruh dunia pada April 2018 dengan tujuan mengambil sepotong bisnis penjualan game yang didominasi oleh Steam.
Penawaran Razer terkait dengan strategi kredit gamer (mata uang virtual) untuk memberikan insentif kepada pelanggannya guna membeli perangkat keras dan konten digital dengan janji diskon.
Perusahaan tidak mengomentari mengapa toko tutup, tetapi Anda akan membayangkan bahwa itu tidak berjalan seperti yang diharapkan Razer.
Sekadar informasi, Steam menghasilkan USD4,7 miliar pada 2017. Sementara Epic Games, didukung keberhasilan Fortnite, menghasilkan laba USD3 miliar tahun lalu di seluruh bisnisnya.