JAKARTA- Smartphone Anda pasti memiliki sejumlah opsi untuk keamanan. Ada yang menggunakan kunci layar dengan pola, PIN, kata sandi, Face ID, pemindai iris, dan sidik jari. Lalu dari sekian banyaknya metode, manakah yang lebih mudah dan aman? Kali ini Okezone akan membahasnya, berikut ulasannya seperti dilansir dari laman Android Pit, Minggu (10/2/2019).
1. Pengenalan wajah
Pengenalan wajah atau facial recognition bukannya hal yang baru. Metode ini pertama kali hadir di Android versi Ice Cream Sandwich. Fitur ini menggunakan kamera depan perangkat untuk mengambil foto wajah Anda dan kemudian menggunakan foto itu sebagai garis dasar untuk membuka kunci perangkat Anda.
Sayangnya, keamanan fitur ini sempat dipertanyakan dan lebih banyak kontra daripada pro. Kemudian, salah satu masalah terbesar adalah bahwa pencahayaan harus ideal untuk kamera depan sehingga dapat mengambil gambar wajah. Ada fitur serupa di iPhone X, yang disebut Face ID, meskipun teknologi dan cara kerjanya sedikit berbeda.
Baca Juga: Apple Tarik Aplikasi yang Diam-Diam Rekam Layar dari App Store
2. Pemindai Sidik Jari
Fitur ini mungkin paling populer saat ini, pasalnya banyak ponsel Android yang mengadopsinya. Seberapa baik fitur tersebut, tentu saja tergantung dari beberapa faktor seperti kualitas sensor dan penempatannya.
Kualitas, dalam hal ini, berarti kecepatan sensor membaca jari Anda. Ini sangat bervariasi antar perangkat, serta permukaannya yang anti gores. Ada mekanisme otentikasi biometrik tertentu yang menjadi lebih cepat saat Anda menggunakannya.
Menariknya, kabarnya ini menjadi fitur yang paling aman saat ini. Hal ini lantaran pembaca sidik jari cukup sulit diretas. Selain itu, sensor dikembangkan untuk mengenali panas tubuh dan pergerakan darah penggunanya.
Baca Juga: Ramah Lingkungan, Sedotan Ini Dibuat dari Biji Alpukat
3. Pemindai Iris
Metode ini pada dasarnya melakukan hal yang sama seperti pembaca sidik jari, dan itu memerlukan perangkat untuk memiliki kata sandi terdaftar kedua jika Anda tidak bisa membuka kunci ponsel Anda.
Dalam Galaxy S9 dan Note9, pemindai sidik jari dan iris tidak dapat diaktifkan secara bersamaan. Dengan kata lain, metode membuka kunci kedua harus berupa PIN atau kata sandi alfanumerik.
Kualitas juga bervariasi sesuai dengan kondisi pencahayaan dan di mana mata pengguna diposisikan. Pembaca yang lebih baik tidak akan melambat ketika mengenali mata pengguna, bahkan dalam kondisi cahaya redup.
Sistem yang memindai iris Anda juga perlu diintegrasikan sepenuhnya ke dalam pembaca sehingga bereaksi dengan cepat dan tidak dapat diretas. Secara teknis, sistem ini setara dengan pembaca sidik jari dalam hal keamanan.