JAKARTA - Fenomena hujan meteor akan kembali menyambangi bumi, kali ini hujan meteor Draconid yang dapat disaksikan pada 6-10 Oktober 2018 malam. Aktivitas maksimum diprediksi akan terjadi pada 8 Oktober 2018 malam di belahan bumi utara.
Dilansir dari laman Forbes, Sabtu (6/10/2018) hujan meteor Draconid disebabkan oleh orbit Bumi yang melintasi aliran debu yang ditinggalkan oleh komet. Meteor Draconid sendiri berasal dari sisa-sisa dari Comet 21P / Giacobini-Zinner, yang dapat dilihat setiap 6,6 tahun.
Dari tahun-tahun sebelumnya, meteor ini hanya hanya menghasilkan sekitar sepuluh bintang jatuh per jam. Namun, tak menampik jika tahun ini mungkin berbeda.
Pasalnya, hujan meteor cenderung paling produktif ketika komet yang disebabkan mereka telah melakukan perjalanan melalui tata surya relatif baru. Itulah yang terjadi tahun ini, awal minggu depan Bumi akan melewati 256.000 km di dalam orbit komet 21P / Giacobini-Zinner hanya beberapa minggu setelah komet melewati wilayah ruang yang sama pada 10 September.