Meski demikian, Setiaji menegaskan bahwa data yang mereka miliki aman. "Kita sudah menyiapkan keamanan beberapa layer. Kita bisa cegah dengan block secara otomatis," ujar dia.
Lebih lanjut, Setiaji menjelaskan bahwa mereka memang membuka API Jakarta Smart City kepada pengembang aplikasi, namun data yang mereka bagikan ke publik itu merupakan data-data yang memang memiliki sifat terbuka secara ketentuan.
"Contoh di wilayah Jakarta berapa sih jumlah laki, jumlah perempuan, yang dibuka itu enggak usah dihack pun orang bisa ambil secara gratis," kata Setiaji.
Baca juga: 5 Game Simulasi Kehidupan yang Bisa Diunduh di Play Store
"Yang krusial itu sebenarnya di level detail atau raw data, ada biometrik. Untuk saat ini penggunaan tersebut sangat secure, ada standar tertentu... kita gunakan ISO 27001," sambung dia.