Dalam pertandingan PES 2018, dia tak cuma bisa mengandalkan kemampuan individu. Elga juga harus bekerjasama dengan Setia Widianto, rekan setim yang bakal diandalkan untuk pertandingan dua lawan dua.
Lebih lanjut, nantinya para peserta PES bersaing dalam format round-robin dengan total tiga pertandingan. Ada pertandingan satu lawan satu dan dua lawan dua. Setia dari Bandung dan Elga dari Lampung baru menjajal kekompakan mereka beberapa hari lalu saat berlatih bersama di Jakarta.
"Latihan terus nih mumpung sudah sama Elga," ujar Setia.
Gamer kelahiran Cianjur pada 11 Maret 1996 itu adalah juara kualifikasi nasional PES, tiket menjadi atlet eSports tahun ini. Game adalah hiburan yang mengisi masa kecil juara 1 turnamen U-19 PES2016 di Jakarta.
"Memang orangtua beliin konsol. Saya biasa main PlayStation game bola, Winning Eleven, tutur penyuka olahraga futsal itu.
Permainan ini mulai diseriusi tiga tahun silam ketika ia sudah menjadi mahasiswa jurusan manajemen di perguruan tinggi Bandung. Juara 1 Region Bandung PES2017 ini bergabung dengan komunitas PES untuk mencari teman bertanding.
Dia rajin mengikuti turnamen-turnamen hingga akhirnya terpilih menjadi utusan negara untuk pesta olahraga terbesar di Asia. Tak cuma membuktikan kemampuannya, keberhasilan Setia mewakili Indonesia turut menumbuhkan kebanggaan di hati orangtua.
“Mama senang, enggak sia-sia dulu enggak larang anaknya main game,” ujar peraih juara 2 turnamen World of Gaming PES2017 di Yogyakarta itu.
Persiapan untuk Asian Games sempat teralihkan karena Setia pada saat yang bersamaan juga sedang menyelesaikan skripsi. Ia baru saja menjalani sidang skripsi pada 14 Agustus lalu. Untungnya pihak kampus juga mendukung keterlibatan Setia di Asian Games.
Meski ada revisi yang harus dikerjakan, ia justru diberikan kelonggaran agar fokus pada latihan untuk Asian Games. Ada delapan negara yang berkompetisi di Pro Evolution Soccer. Mereka dibagi jadi dua grup. Grup A terdiri dari Iran, Hong Kong, Kazakhstan dan Malaysia, sementara Grup B diisi Indonesia, Vietnam, Jepang dan India.
Jepang dan Vietnam dianggap sebagai lawan tangguh oleh Setia karena pemain dari dua negara lebih berpengalaman dari Indonesia.
“Vietnam sudah tiga tahun terakhir juara terus,” ungkap dia.
Sama seperti atlet di olahraga tradisional, Setia juga menganalisa karakteristik permainan lawan untuk membuat strategi agar bisa merebut kemenangan. Menjelang pertandingan pada 1 September mendatang, dia dan Elga masih terus berlatih dan menjaga kesehatan agar kondisi tubuhnya prima pada hari H.
Untuk informasi, PES adalah seri game keluaran perusahaan Konami yang awalnya dikenal sebagai game konsol pada 1995. Kini, game ini juga tersedia dalam platform lain, yakni perangkat komputer, PlayStation, Xbox One juga perangkat seluler. Secara global, seri game ini sudah terjual lebih dari 100 juta kopi.
Baca Juga: Gamer Fortnite di PS4 Bisa Tanding Lawan Gamer PC
(Ahmad Luthfi)