Waspada Data Facebook Digunakan di Pemilu 2019

Nur Chandra Laksana, Jurnalis
Senin 16 April 2018 10:12 WIB
Logo Facebook (Sumber : Pexels)
Share :

JAKARTA - Kasus penyalahgunaan data yang dilakukan oleh Canbride Analytica pada pemilihan Presiden Amerika 2016 silam membuat banyak masyarakat Indonesia takut. Hal ini dikarenakan sekira 1,096 juta data pengguna Facebook bocor sesaat sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dilangsungkan.

Kekhawatiran ini pun membuat beberapa para ahli buka suara, salah satunya adalah pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto. Dia menyatakan, media sosial (medsos) dapat menggiring opini masyarakat.

“Terutama agar memilih atau tidak memilih pasangan calon atau partai tertentu,” ujar Gun Gun, seperti dikutip dari Koran Sindo Edisi Senin (16/4/2018).

Baca Juga : Facebook Akui Ambil Data di Luar Pengguna Facebook, Kok Bisa?

Pria yang menjabat sebagai direktur eksekutif The Political Literacy Institute tersebut, ada tiga fakor utama yang membuat pemilu Indonesia rawan praktik penyalahgunaan data pribadi di mendsos.

Yang pertama, pengguna medsos di Indonesia terutama Facebook, Twitter, dan Instagram termasuk yang terbesar di dunia. Hal ini membuat para pengguna medsos jadi sasaran empuk lapih pemilih untuk dimanupulasi melalui medsos.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya