SYDNEY - Komisaris Privasi Australia bergerak cepat atas bocornya data pengguna Facebook negaranya yang diduga disalahgunakan. Mulai Kamis 5 April ini, otoritas privasi Australia mulai melakukan penyelidikan formal terhadap raksasa media sosial Facebook Inc.
"Investigasi akan mempertimbangkan apakah Facebook telah melanggar undang-undang privasi Australia," kata Komisaris Privasi Angelene Falk seperti dikutip VOA Australia.
Dia menjelaskan, investigasi ini didasarkan atas konfirmasi Facebook sebanyak 311.127 pengguna Australia datanya telah disalahgunakan tanpa otorisasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga: Facebook: Total Kebocoran Data di Cambridge Analictica Capai 87 Juta Pengguna
Sekadar diketahui, Facebook telah melakukan konfirmasi sebanyak 87 juta data yang bocor ke Cambridge Analictica. Sedangkan posisi Australia berada ke-10 dari negara yang bocor.