Menkominfo Rudiantara: Saya Tak Ragu Blokir Facebook

Nur Chandra Laksana, Jurnalis
Rabu 04 April 2018 13:05 WIB
Menkominfo Rudiantara (foto : Nur Chandra Laksana/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan tidak akan ragu menutup akses Facebook di Indonesia. Dia memberikan ancaman tersebut jika terbukti ada data pengguna Facebook dari Indonesia yang disalahgunakan serta mereka tidak mampu menindak hoax selama pemilihan mendatang.

“Jika saya harus menutupnya (Facbook), maka saya akan melakukannya. Saya pernah melakukannya (red : memblokir Telegram). Saya tidak ragu untuk melakukannya lagi,” tegas Rudiantara seperti dikutip dari laman Bloomberg, Rabu (4/4/2018).

Rudiantara juga mengatakan jika terbukti bahwa perusahaan ciptaan Mark Zuckerberg tersebut tidak dapat melindungi data pribadi masyarakat Indonesia, maka Facebook dapat dikenakan hukuman berat, yang merujuk kepada Keputusan Menteri terkait perlindungan data pribadi yang dikeluarkan 2016.

Baca Juga : Bos Facebook Buka-bukaan Terkait Kebocoran Data

“Ada sanksi administratif. Saya bisa mengeluarkan surat peringatan kepada mereka. Juga akan ada sanksi pidana,” jelasnya.

Karyawan Facebook bisa terancam hukuman kurungan hingga 12 tahun dan denda hingga Rp12 miliar. "Saya harap tidak ada data pribadi pengguna Facebook Indonesia yang digunakan oleh Cambridge Analytica. Kalau memang disalahgunakan, saya bisa mengejar mereka, minta bantuan polisi," tegas Rudiantara.

Di sisi lain, Rudiantara juga menjelaskan jika pihaknya kini juga sedang meminta komitmen Facebook untuk menjaga penyebaran hoax, serta menambah keamanan informasi pengguna Facebook Indonesia. Hal ini dilakukan mengingat sebentar lagi Indonesia akan masuk ke tahun politik.

Rudiantara merasa khawatir, dikarenakan adanya potensi kekuatan domestik dan eksternal yang menggunakan data media sosial untuk menargetkan pemilih individu dalam pemilu di Indonesia.

Dia juga prihatin mengenai penggunaan media sosial untuk menyebarkan hoax sebagai cara mempengaruhi pemilih, seperti dugaan adanya permainan dari pihak Rusia dalam jajak pendapat Amerika pada 2016.

"Saya harus berhati-hati, apakah itu internal dari dalam negeri atau di luar negeri. Tetapi yang paling penting adalah kita harus melihat kontrol untuk platform,” ujar Rudiantara.

Baca Juga : 3 Janji Mark Zuckerberg untuk Keamanan Data Pribadi Pengguna Facebook

Terakhir, Rudiantara pun memiliki wejangan sederhana bagi Facebook dan juga perusahaan media sosial lainnya terkait masalah yang terjadi saat ini.

"Jika Anda tidak dapat mengelola platform Anda untuk mendukung stabilitas Indonesia, ini berarti niat Anda untuk berada di Indonesia bukan untuk bisnis, melainkan untuk sesuatu yang lain,” kata dia.

Sekedar informasi, Kominfo sudah melakukan kontak dengan pihak Facebook dengan menggunakan surat resmi. Mereka meminta kejelasan dari Facebook, apakah ada data pengguna Facebook Indonesia yang disalahgunakan atau tidak.

Pihak Facebook pun sudah merespon surat tersebut. Mereka menjanjikan akan ada surat balasan resmi selambat-lambatnya pada pekan ini. (chn)

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya