“Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah," tambahnya.
Masih di dalam postingan yang sama, Zuck pun menjelaskan kehadiran dari Aleksandr Kogan, seorang peneliti dari Cambridge University. Pada 2013, Kogan membuat sebuah kuis kepribadian berbentuk aplikasi yang membutuhkan login Facebook untuk mengikutinya.
Tak disangka, jumlah unduhan aplikasi bernama thisisyourdigitalife tersebut mencapai 300 ribu. Sayangnya, Kogan melakukan pelanggaran dengan membuat algoritma yang dapat mengintip informasi pengguna Facebook.
Sebenarnya, pihak Facebook telah melakukan tindakan pencegahan kebocoran data pada 2014. Zuck menjelaskan bahwa mereka melakukan hal ini dengan melakukan perombakan platform.
“Kami mengubah keseluruhan platform Facebook untuk membatasi data yang dapat diakses oleh aplikasi dari pihak ketiga. Aplikasi seperti milik Kogan tersebut tidak akan bisa lagi meminta data mengenai teman-teman penggunanya,” jelasnya.