Melalui hal-hal yang ia kerjakan, Palmer menjadi terobsesi dengan permainan video tetapi bukan seperti remaja pada umumnya. Ia secara khusus terobsesi dengan bagaimana cara mereka bekerja dan kemajuan dalam gameplay ketidakstabilan suatu gerakan.
Ia mulai mempelajari secara teratur karena ia sedang berusaha mengembangkan perangkat virtual reality yang benar-benar bekerja dengan permainan video dan menyatu dengan mereka.
Palmer membeli sistem VR yang digunakan di internet dengan harga yang rendah, membongkar lalu menyusunnya kembali. Meskipun ia membeli dengan harga murah, harganya akan mahal saat dijual kembali.
Baca juga: Game Virtual Reality Menjadi Tren di Indonesia
Ia mempelajari teknik dasar yang dimulai dari membeli iPhone yang rusak lalu memperbaiki dan menjualnya. Ia menghasilkan lebih dari USD30.000 saat melakukan ini. Dengan demikian ia tetap melakukan eksperimennya.
Pada 2011, Palmer bekerja dengan Mark Bolas. Ia dan Mark Bolas mampu menciptakan Rift, prototipe pertama yang menjanjikan. Saat ia dan Mark sudah menemukan fungsinya, mereka memutuskan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan lebih lanjut. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dari yang mereka bayangkan.