Sistem yang dirancang para peneliti itu belajar dari catatan kesehatan elektronik meliputi informasi diagnosis hingga prosedur yang dilakukan pada sekira 160.000 pasiesn orang dewasa dan anak-anak di rumah sakit Stanford dan Lucile Packard Children.
Saat diminta untuk memperkirakan mana dari 40.000 pasien yang akan meninggal dalam tiga sampai dua belas bulan ke depan, sistem tersebut dengan benar memperkirakan angka kematian pada 90% kasus.
“Skala data yang tersedia memungkinkan kami membuat model prediksi semua penyebab kematian, bukan hanya dari penyakit atau spesifik demografis,” kata Anand Avati, anggota Laboratorium AI Stanford University.
Dalam uji coba sistem ini berjalan dengan sangat baik. Para peneliti juga berharap temuannya itu bisa digunakan. Meski begitu, sistem itu masih membutuhkan banyak data untuk menghasilkan hasil yang lebih baik dan dapat diandalkan. Demikian seperti dilansir IB Times, Sabtu (20/1/2018). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)