Pada 1960-an, pemrograman anak-anak di komputer terbilang rumit hingga Logo - bahasa pengkodean pertama yang dirancang untuk anak-anak, pertama kali dibuat. Pada saat itu mereka mengejakan bahasa pemrograman dimana seekor kura-kura hijau kecil bergerak dan meninggalkan jejak di layar hitam.
"Jauh sebelum PC, Seymour Papert dan para periset di MIT mengembangkan Logo, yang membantu anak-anak memprogram gerakan kura-kura, memberi mereka kesempatan untuk mengeksplorasi gagasan dalam matematika dan sains," kata Champika Fernando, Direktur Komunikasi Scratch Team.
Baca juga: Mengenal Eiko Ishioka, Desainer Jepang yang Jadi Google Doodle
Selanjutnya coding diperkenalkan sebagai bagian dari Kurikulum Nasional pada tahun 2014. Tak lama setelah itu, coding dengan cepat menjadi topik yang populer di sekolah.
Coding kini menjadi pelengkap yang mendorong sebagian besar interaksi dalam aplikasi smartphone hingga game komputer terbaru dan efek khusus blockbuster Hollywood. Demikian seperti dilansir Mirror, Senin (4/12/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)