“Itu seperti semacam petunjuk yang mengatakan ya, Anda bisa,” ucap Joanna Joiner, seorang ilmuwan Goddard dari NASA.
The US Corn Belt, misalnya, fluoresensi ‘dengan gila’. Fluoresensi sendiri adalah terpancarnya sinar oleh suatu zat yang telah menyerap sinar atau radiasi electromagnet lain.
“Pada puncaknya, tanaman tersebut memiliki beberapa tingkat fluoresensi tertinggi di Bumi,” kata Joiner.
“Salah satu pertanyaan besar yang tersisa adalah seberapa banyak karbon yang digunakan tanaman, mengapa bervariasi dari tahun ke tahun, dan daerah mana yang berkontribusi pada variabilitas ini,” pungkasnya. Demikian dilansir dari Daily Mail, Selasa (14/11/2017).
(Ahmad Luthfi)