JAKARTA – Profesor Stephen Hawking sudah cukup tua untuk mengingat era ruang angkasa pertama, yang pernah terjadi sekira pertengahan abad ke-20 saat para ilmuwan NASA mendemonstrasikan agensi di seluruh dunia untuk mendaratkan astronot pertama di Bulan.
Peristiwa tersebut melihat adanya kemajuan teknologi dan teknik yang tak terhitung jumlahnya yang hingga kini masih digunakan. Sebagai perusahaan swasta seperti SpaceX, mereka memasuki ring dengan program pemerintah dan konsensus publik secara kolektif untuk mengunjungi dan meneliti Planet Merah.
Belum lama ini, Stephen Hawking berbicara jujur soal pendapatnya mengenai perubahan iklim, perjalanan luar angkasa, dan banyak lagi.
“Saya yakin bahwa manusia harus meninggalkan Bumi,” ungkap Hawking.
Ketika ditanya apa upaya ilmiah yang harus dikejar dengan sangat mendesak, Hawking menegaskan bahwa prioritas ini harus, “Mengejar program penjelajahan luar angkasa yang ketat dengan suatu pandangan untuk akhirnya mengkolonisasi planet yang sesuai untuk tempat tinggal manusia.”
Pria berusia 75 tahun itu mengatakan bahwa manusia harus segera mulai merencanakan rumah baru, sebab berapa banyak kerusakan yang telah ada di Bumi. Hawking tidak menuduh dengan pandangannya tentang peran kita sebagai penghuni Bumi yang berbahaya.
“Saya percaya kita telah mencapai titik yang di mana kita tidak bisa kembali,” ujar Hawking.
"Bumi kita menjadi terlalu kecil, populasi global meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan dan kita berada dalam bahaya merusak diri sendiri,” lanjutnya.
NASA, Elon Musk dengan SpaceX dan bahkan Jeff Bezos dengan Blue Origins ada di paling depan untuk menciptakan teknologi terkini.
Namun, ucapan Hawking memperkuat alasan yang lebih dalam dan lebih serius untuk mendukung dan memajukan era baru inovasi pemerintah ini. Meskipun tidak semua orang di dunia ilmiah sependapat dengannya, semakin banyak antagonisme di Bumi akan terus mengancam kelangsungan hidup banyak orang.
Sebagai informasi, pada pertengahan abad ke-20, perlombaan ke luar angkasa befokus pada mencapai Bulan dan membuktikan bahwa perjalanan tersebut pada umumnya adalah mungkin.
Jadi di era ruang kedua ini, tujuannya telah ditetapkan jauh lebih tinggi atau lebih jauh lagi. Sementara semua orang setuju dengan Hawking bahwa kita perlu meninggalkan Bumi, era ruang angkasa yang baru ini berpusat di sekitar tetangga terdekat, Mars. Demikian dinukil dari Futurism, Selasa (7/11/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)