WASHINGTON – Microsoft secara resmi menutup layanan streaming musiknya, Groove Music. Mulai 31 Desember, aplikasi Groove Music akan kehilangan fitur untuk streaming, pembelian serta download musik.
Perusahaan yang kini dipimpin Satya Nadella tersebut mengakui kekalahannya dari layanan streaming musik lainnya seperti Spotify. Microsoft hari ini, Selasa (3/10/2017) mengumumkan akan segera menutup layanan streaming Groove Music atau juga disebut Groove Music Pass dan Windows Store yang biasa digunakan pengguna untuk mengunduh lagu atau album yang disukainya.
Spotify dan Apple Music sendiri memiliki pasar untuk streaming online dan pembelian musik secara online, sehingga langkah Microsoft tak begitu mengejutkan. Yang menarik adalah Microsoft memilih untuk bermitra dengan Spotify untuk memindahkan semua pelanggan Groove Music Pass.
Microsoft berjanji bahwa perpindahan ke Spotify akan berlangsung dengan mudah, dan hampir semua lagu serta playlist yang dibuat oleh pengguna Groove selama bertahun-tahun akan beralih ke layanan baru. Pengguna diberikan kesempatan hingga 31 Januari 2018 untuk melakukan peralihan ke Spotify.
Secara umum, Spotify juga menawarkan katalog musik seperti yang dimiliki Groove, sehingga tak ada alasan bahwa peralihan ke Spotify akan membuat pengguna Groove Music Pass merugi. Selain itu, Spotify juga tersedia bagi pengguna Windows Phone, yang artinya tak kesulitan bagi pengguna untuk beralih ke layanan streaming milik Google tersebut.