WASHINGTON – Setelah satu bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), kapsul Dragon milik SpaceX akhirnya kembali ke Bumi. Pesawat itu membawa muatan hampir seberat dua ton yang termasuk 20 astronot tikus hidup.
Tikus itu merupakan bagian dari studi NASA untuk mengamati perubahan biologis dalam pembuluh darah dan mata yang disebabkan oleh lingkungan di ruang angkasa yang tanpa gravitasi.
Kapsul Dragon diluncurkan kembali pada Agustus dengan lebih dari tiga ton perlengkapan untuk ISS, termasuk komputer Spaceborn Hewlett Packard yang suatu saat nanti dapat mambantu manusia untuk mencapai Mars. Selain tikus hidup, muatan yang dibawa Dragon juga termasuk sajian khusus untuk astronot stasiun ruang angkasa.
Tikus itu merupakan bagian dari penelitian Rodent Research-9 NASA, yang dilakukan demi menemukan cara untuk membantu manusia mengatasi dampak lingkungan dengan gravitasi nol. Studi ini juga dapat membantu penderita arthritis kembali ke Bumi.
Dilaporkan Live Science percobaan ilmiah ini meliputi inboard jaringan paru-paru yang tumbuh di ruang angkasa dan kristal protein yang dibuat dalam microgravity, yang dapay membantu dapat membantu melawan penyakit Parkinson. Penelitian ini juga didukung oleh yayasan Michael J. Fox untuk membantu ilmuwan merancang terapi yang optimal untuk menemukan obat untuk penyakit tersebut.