OKEZONE STORY: Kisah Andy Rubin, Bapak Android yang Tak Sengaja Dipertemukan dengan Bos Google

Lely Maulida, Jurnalis
Senin 21 Agustus 2017 21:12 WIB
(Foto: Indian Express)
Share :

JAKARTA – Smartphone berbasis Android kini tak lagi asing di kalangan masyarakat. Perangkat dengan sistem operasi atau OS milik Google tersebut bahkan kini banyak digandrungi oleh pengguna berkat berbagai fitur yang diusungnya, namun tahukah Anda siapa orang di balik Android?

Adalah Andy Rubin yang mengembangkan sistem operasi tersebut dan dijuluki sebagai ‘Bapak Android.

Andy Rubin lahir pada 22 Juni 1946 di New Bedford, Amerika Serikat. Kekaguman Rubin terhadap gadget dimulai sejak dirinya masih kecil. Berkat ayahnya yang mengelola perusahaan marketing yang menangani gadget elektronik terbaru di pasaran, Rubin kecil tertarik pada perangkat tersebut.

Rubin sangat tertarik dengan segala hal yang berbau robot. Setelah lulus dari Utica College, New York, dalam bidang ilmu komputer, Andy sempat menjalankan sistem board bulletin computer.

Usai kuliah, ia pertama kali bekerja di Carl Zeiss AG dan ditempatkan di divisi robotika, komunikasi digital antara perangkat jaringan, dan pengukuran manufaktur. Kemudian, ia bekerja di bidang robot pada perusahaan di Swiss.

Karir Rubin di bidang robotika semakin cemerlang. Namun dalam sebuah liburan di Cayman Island pada 1989, hidup Rubin berubah. Saat berkunjung ke pulau tropis di Jamaika itu, Rubin secara tidak sengaja bertemu dengan pria bernama Bill Caswell. Pria tersebut berkelahi dengan pacarnya dan didorong dari sebuah cottage.

Kemudian Rubin menawarkan tempat tinggal kepada Casswell sebagai tempat untuk berlindung. Tak dinyana pria tersebut menawarkan Rubin pekerjaan sebagai balas budi. Kebetulan yang juga tak disangka, Casswell bekerja di Apple.

Di Apple, Rubin sempat bersenang-senang, saat Apple masih dalam kondisi baik berkat komputer Macintosh. Budaya di Apple juga ditransmisikan ke Rubin. Di Apple, Rubin sempat melakukan kenakalan seperti memprogram ulang sistem telefon sehingga ia bisa berpura-pura menjadi CEO.

Dari manufaktur Apple, Rubin pindah ke riset pada perusahaan yang sama. Pada 1990, Apple melakukan spin off untuk membentuk sebuah perusahaan bernama General Magic dan Rubin turut berpartisipasi di dalamnya. General Magic sendiri berfokus pada pengembangan perangkat genggam dan komunikasi.

Para engineer termasuk Rubin mengembangkan sebuah perangkat lunak bernama Magic Cap. Sayangnya, Magic Cap tak disambut baik dari perusahaan handset dan telekomunikasi. Beberapa perusahaan hanya menerapkan Magic Cap dalam waktu singkat hingga akhirnya software tersebut hancur.

Pada 1997, Rubin bergabung ke Microsoft. Rubin membangun robot yang dilengkapi dengan kamera. Namun robot tersebut terhubung ke internet dan dalam satu kesempatan diretas oleh pihak luar Microsoft.

Pada 1999, Rubin menyewa sebuah toko di Palo Alto, California dan menyebut toko tersebut sebagai laboratorium. Di toko itu, diisi dengan koleksi robot milik Rubin hingga muncul sebuah ide untuk merancang produk baru.

Bersama beberapa rekannya, Rubin mendirikan Danger Inc, dan mengembangkan perangkat bernama Sidekick. Mulanya, perangkat itu dinamakan Danger Hiptop, namun dikenal di pasaran dengan sebutan T-Mobile Sidekick. Perusahaannya kemudian dibeli oleh Microsoft. Tak tanggung-tanggung, Microsoft yang tampaknya agresif pada bisnis ponsel saat itu menggelontorkan sekira USD500 juta.

Namun, eksekutif di Danger digabungkan Microsoft dengan Mobile Communication dari divisi Entertainment dan Devices. Mereka diminta mengembangkan sebuah ponsel yang dikenal dengan sebutan Project Pink, namun kemudian gagal di pasaran.

Awal 2002, Rubin memberikan kuliah di Standford tentang perkembangan Sidekick. Pasalnya, meski penjualan Sidekick tak meledak, perangkatnya dinilai cukup baik dalam hal rekayasa.’ Tak dinyana, Larry Page dan Sergey Brin sang pendiri Google, juga hadir dalam kesempatan tersebut. Usai kuliah, Page menghampiri Rubin dan melihat Sidekick dari dekat.

Melihat tampilannya yang menggunakan mesin pencari Google, Page mengatakan “Keren”. Ini merupakan titik awal Page untuk gagasan ponsel Google yang telah terwujud. Sekira dua tahun kemudian, Rubin meninggalkan Danger dan mencoba hal baru, termasuk mencoba memasuki bisnis kamera digital sebelum akhirnya mendirikan Android.

Saat Rubin menjadi wirausahawan dengan perusahaan modal ventura Redpoint Ventures pada 2004, Rubin menginkubasi Android.

“Android berawal dari ide sederhana, menyediakan platform mobile yang tangguh dan terbuka sehingga bisa mendorong inovasi dan manfaat bagi pelanggan lebih pesat,” kata Rubin.

Pada Juli 2005 atau sekira 22 bulan Android didirikan, perusahaan tersebut diganyang oleh Google. Rubin juga turut bergabung dengan raksasa teknologi tersebut. Bersama dengan Google, Android dijejali dengan kekuatan lebih. Perusahaan kemudian membentuk Open Handset Alliance, yang ditujukan mengembangkan alat untuk Android.

"Google tidak bisa melakukan semuanya. Makanya kami membentuk Open Handset Alliance dengan lebih dari 34 mitra," kata Rubin. Sistem operasi tersebut pada akhirnya dirilis dan dipasarkan melalui perangkat besutan Motorola, Samsung, dan HTC.

Tahun 2014, Rubin memutuskan untuk mengundurkan diri dari Google. Rubin meninggalkan raksasa teknologi itu dan mendirikan perusahaannya sendiri bernama Essential. Kini, perusahaannya telah merilis smartphone yang juga bertajuk Essential. (lnm).

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya