Apple Hapus Layanan VPN dari App Store China, Kenapa?

Tachta Citra Elfira, Jurnalis
Minggu 30 Juli 2017 13:13 WIB
Foto : AFP
Share :

BEIJING – Apple Inc mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus layanan virtual private Networks (VPN) dari App Store di China. Hal ini tentu mendapat kritik dari penyedia layanan VPN, yang mengklaim raksasa teknologi AS tersebut tunduk pada tekanan dari regulator cyber Beijing.

VPN memungkinkan pengguna untuk memotong ‘Great Firewall’ China yang ditujukan untuk membatasi akses ke situs luar negeri. Pada Januari lalu, Beijing mengeluarkan undang-undang yang berusaha melarang semua VPN yang tidak disetujui oleh regulator negara bagian. VPN yang disetujui harus menggunakan infrastruktur jaringan negara.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, juru bicara Apple mengonfirmasi akan menghapus aplikasi yang tidak mematuhi undang-undang dari App Store China, termasuk layanan yang berbasis di luar negeri.

Baca Juga: Keren! Paten Kacamata Pintar Apple Tampilkan Teknologi AR
Baca Juga: Tak Terduga! Nih Alasan Apple Minta Karyawan Bayar Makan Siang

Beijing telah menutup puluhan penyedia layanan berbasis di China, dan telah menargetkan layanan luar negeri karena ia berusaha memperketat kontrolnya atas internet, terutama menjelang kongres Partai Komunis pada Agustus. Sementara, penyedia VPN pribadi telah menjadi subyek serangan yang dipimpin oleh negara di masa lalu, ini menandai pertama kalinya Apple mematuhi permintaan untuk menggosok penyedia aplikasi di luar negeri dari tokonya.

Menurut penyedia VPN, hal itu merupakan sebuah langkah yang tidak perlu lagi mendukung rezim penyensoran China yang meningkat.

Menanggapi permintaan untuk berkomentar, Apple mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi negara awal tahun ini,”mengumumkan bahwa semua pengembang yang menawarkan VPN harus mendapatkan lisensi dari permerintah. Kami telah diminta untuk menghapus beberapa aplikasi VPN di China yang tidak memenuhi peraturan baru. Aplikasi ini tetap tersedia di semua pasar lain di mana mereka melakukan bisnis”.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya