Menakjubkan! Pertama Kalinya dalam 130 Tahun, Ilmuwan Temukan Spesies Baru Ikan Mola-Mola

Lely Maulida, Jurnalis
Selasa 25 Juli 2017 06:34 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA – Sebuah spesies baru Sunfish atau ikan mola-mola telah ditemukan oleh para peneliti untuk pertama kalinya dalam 130 tahun. Raksasa tersebut dinamai ‘Hoodwinker Sunfish’ (Mola tecta), dan ditemukan di perairan laut dingin di Selandia Baru, Afrika Selatan, selatan Cile dan pantai tenggara Australia.

Menurut peneliti, spesies yang sebelumnya tidak disebutkan namanya telah lolos dari penemuan selama hampir tiga abad. Penemuan ini dibuat oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Marianne Nyegaard, seorang mahasiswa PhD di Murdoch University, seperti dilansir IB Times, Selasa (25/7/2017).

Spesies baru itu ditemukan saat mereka meneliti genetika populasi ikan mas laut. Menurut Nyegaard, meskipun peneliti Jepang pertama kali menemukan bukti genetik dari spesies Sunfish yang aneh di perairan Australia pada 10 tahun yang lalu, mereka masih berhasil lolos karena komunitas ilmuwan tidak tahu seperti apa ikan tersebut.

“Spesies baru ini berhasil menghindari penemuan selama hampir tiga abad dengan bersembunyi dalam sejarah taksonomi Sunfish yang berantakan, sebagian karena mereka sangat sulit dilestarikan dan dipelajari untuk museum sejarah alam,” kata Nyegaard.

Hal tersebut juga menjadi alasan para ilmuwan menamakan mereka Mola tecta (Hoodwinker Sunfish), yang berasal dari bahasa Latin.

Baca juga: Keren, Peneliti Temukan Spesies Baru di Samudera Atlantik

“Tectus artinya ‘menyamae’ atau ‘tersembunyi’. Kami menelusuri kembali langkah-langkah alami awal dan ahli taksonomi untuk memahami bagaimana ikan besar semacam itu bisa menghindari penemuan selama ini. Secara keseluruhan kami merasa sains telah berulang kali ditipu oleh spesies nakal ini, karena itulah kami menamakannya Hoodwinker,” terangnya.

Nyegaard mengumpulkan data dari 27 spesimes spesies baru selama periode tiga tahun, bahkan terkadang menempuh perjalanan ribuan mil ke pantai yang paling terpencil.

“Menemukan ikan dan menyimpan spesimen untuk penelitian ini adalah mimpi buruk karena sifatnya yang sukar untuk dipahami dan ukurannya sangat besar, jadi penelitian tentang Sunfish sulit dilakukan pada saat yang tepat,” kata Nyegaard.

“Dulu ketika ditanya apakah saya akan membawa derek saya sendiri untuk menerima spesimen, saya tahu saya terlibat dalam petualangan yang menantang namun mengagumkan,” ujarnya.

Berbeda dengan dua spesies Sunfish lainnya, Sunfish Hoodwinker memiliki tubuh yang ramping dan halus, meski ukurannya lebih besar. Spesies baru ini juga tidak memiliki moncong yang menonjol atau benjolan yang menonjol. Penelitian nyegaard tentang spesies baru Sunfish telah dipublikasikan di Zoological Journal of the Linnean Society.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Spesies Baru Cacing Siput

Nyegaard dan timnya juga dengan susah payah menuangkan teks yang sejauh abad ke-16 untuk memverifikasi bahwa penemuan yang dilakukannya adalah penemuan spesies yang sama sekali baru. Kini, trik Hoodwinker Sunfish telah terungkap, para periset ingin berfokus pada kebiasaan makan spesies tersebut, dengan memanfaatkan pemberian tag satelit.

"Sangat rendah untuk mengetahui bahwa samudera masih menyimpan begitu banyak misteri," kata Nyegaard kepada ScienceAlert. "Kita cenderung berpikir bahwa kita mengetahui segalanya, tapi kita masih memiliki begitu banyak misteri untuk diungkap,” ujar Nyegaard.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya