JAKARTA – Di dunia smartphone, iOS dan Android mendominasi sistem operasi pada perangkat tersebut. Namun, Google lebih digemari karena memiliki sistem operasi yang open source.
Hal tersebut menjadi sejenis pisau bermata dua untuk perangkat Android karena hal tersebut lebih rawan dimasuki virus seperti virus ransomware untuk smartphone. Ransomware diketahui turut menjadi ancaman pengguna smartphone dan dapat menyebar melalui toko aplikasi mereka.
Dijelaskan Teritory Channel Manager Kaspersky Lab Indonesia, Dony Koesmandarin, hampir semua ransomware mobile dilancarkan hacker melalui Google Play. Seperti diketahui, toko aplikasi Android itu memungkinkan semua pengguna menjadi developer aplikasi yang mampu mengunggah karyanya.
Di sisi lain, pengguna Android juga dengan mudah men-download beragam aplikasi yang tersedia secara gratis. Hal ini menjadi celah bagi hacker untuk menyebarkan ransomware.
“Hampir semua mereka melakukannya melalui Google Play, karena siapa pun bisa menjadi developer, bisa unggah ke Google Play, semua bisa download,” kata Dony di Jakarta, Selasa (18/7/2017).