Selain itu, TEB-1 Straddling beroperasi menggunakan listrik. Sumber listriknya adalah baterai yang terdapat di dalam bus. Baterai di-charge di setiap stasiun yang disinggahi. Fasilitas charger-nya terdapat di atap setiap stasiun. Namun energi yang diterima hanya cukup untuk mengantarkan bus sampai ke stasiun berikutnya. Hal ini karena keterbatasan daya tampung baterai.
Selain untuk menggerakkan roda, energi listrik juga banyak tersedot untuk pengoperasian pendingin kabin atau AC. Jumlah AC di kabin banyak sekali tentunya membutuhkan daya listrik yang besar.
TEBtech mengaku sudah menandatangani kontrak dengan kota lain di China untuk pengembangan bus ini, antara lain Nanyang, Shenyang, Tianjin, dan Zhokou. (san)
(Anton Suhartono)