Butuh Waktu Panjang Hadirkan Mobil Otonom di Indonesia

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Rabu 14 Juni 2017 07:43 WIB
Ilustrasi mobil otonom (Okezone)
Share :

JAKARTA - Pengembangan kendaraan otonom atau tanpa sopir kini tengan dilakukan oleh para produsen automotif, termasuk BMW. Namun untuk pasar Indonesia, mobil yang dapat berjalan tanpa dikendalikan sopir ini butuh waktu panjang, mengingat kondisi infrastruktur jalan yang belum seragam.

"Secara global kami fokus di semi-autonomous driving ini dan memang sudah dihadirkan di beberapa kendaraan BMW. Tapi di Indonesia menuju ke arah sana butuh waktu sangat panjang karena bergantung dengan marka jalan. Jadi memang teknologi itu bisa membaca marka jalan, garis putus-utus, bahkan sampai sesimpel polisi tidur. Untuk ukuran polisi tidur ada standar sendiri dari global. Jadi dari BMW Group masa depannya akan sangat diterima dengan baik apabila infrastruktur jelas," ujar Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, di Jakarta, kemarin.

Meskipun nantinya sudah diperjual-belikan, BMW Group Indonesia lanjut Jodie, tidak akan terburu-buru untuk membawa fitur ini masuk Indonesia. Tapi beda halnya untuk teknologi semi-otonom yang masih bisa digunakan di Indonesia.

"Kami akan menghadirkan beberapa fitur semi-autonomus driving dalam waktu dekat," pungkas Jodie.

BMW Group Indonesia pada April 2017 telah meluncurkan kendaraan semi-otonomnya yaitu BMW 730Li.

Sedan mewah ini memiliki fitur khusus semiotomatis yang dikenal dengan remote control parking. Fitur tersebut memungkinkan pengendara mengakses lahan parkir yang sempit dengan mudah. Pengendara cukup memarkir mobil menggunakan remote control atau BMW Display Key. Ketika kendaraan melakukan manufer semiotomatis, pengendara cukup mengawasi halangan dari luar. (san)

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya