JAKARTA - Belum lama ini, fenomena gerhana matahari cincin terjadi di belahan bumi Afrika. Gerhana matahari cincin ini untuk pertama kalinya disaksikan oleh penduduk Cile dan Argentina. Kemudian menyusuri samudera Atlantik Selatan dan menuju ke Afrika.
Fenomena yang digemari oleh para fotografer ini mengawali gerhana matahari yang terjadi pada 2017.
Dilansir dari National Geographic, proses terjadinya gerhana matahari cincin sama dengan gerhana matahari total yakni saat posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satru garis lurus. Hal tersebut akan membuat Matahari tertutup oleh Bulan karena posisi Bulan yang menutupi Bumi, sehingga cahaya Matahari ke Bumi terhalang oleh Bulan.
Yang membedakan dengan proses Gerhana Matahari Cincin, yaitu Bulan sedang dalam posisi yang jauh dari Bumi, maka tidak semua piringan Bulan menutupi piringan Matahari. Hal ini menyebabkan piringan Bulan tampak lebih kecil dari piringan Matahari sehingga berbentuk seperti cincin.
Sebelumnya, Gerhana Matahari Cincin juga sempat terjadi di Tanah Air pada September 2016. Beberapa daerah yang bisa menikmati fenomena alam ini yaitu beberapa daerah Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jawa.
Secara umum, fenomena gerhana terjadi sebanyak 7 kali dalam satu tahun, bisa didominasi Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari. Gerhana Matahari terjadi minimal dua kali dan maksimal lima kali dalam satu tahun.
(Kemas Irawan Nurrachman)