Kalender Hijriyah, atau Kalender Islam, hanya terdiri atas 354 atau 355 hari, 11 hari lebih pendek daripada kalender yang didasarkan perputaran Bumi mengelilingi Matahari.
Ibnuul-Haitsam, mempelajari berbagai posisi Bulan di langit dan menemukan bahwa penampakan Bulan yang terlihat lebih besar di dekat cakrawala adalah ilusi optik. Ukuran Bulan yang sebenarnya tidak berubah.
Di permukaan Bulan ada 650 lebih petak gelap dan terang, yang berupa kawah dan formasi lainnya. Tiga belas di antaranya menyandang nama para ahli astronomi Muslim.
Bentuk permukaan Bulan menjadi salah satu penyebab fenomena “bayangan manusia di Bulan” yang kita lihat dari Bumi. Bulan dikenal sengan berbagai nama seperti “Luna” bagi bangsa Romawi, “Selana” oleh bagi bangsa Yunani, dan “Al-Qamar” bagi bangsa Arab.
(Kemas Irawan Nurrachman)