JAKARTA - Perdagangan adalah bagian besar dalam kehidupan peradaban Muslim awal. Barang-barang dagangan diperjualbelikan di tiga benua. Perdagangan dianggap sangat penting sehingga para penguasa Muslim menciptakan sistem hukum, kontrak, pinjaman, dan lainnya yang hingga kini masih memengaruhi dunia perdagangan.
Pembeli dan penjual di peradaban Muslim menggunakan cek. Kata "cek" berasal dari bahasa Arab syak, yang berarti janji tertulis untuk membayar barang setelah diantar.
Di dunia Muslim, tempat peristirahatan yang dalam bahasa Persia disebut "karwansara" ada setiap sekira 30 kilometer di setiap jalur perdagangan penting. Tempat peristirahatan menyediakan makanan, tempat bernaung bagi para musafir sampai tiga hari.
Untuk perdagangan di darat umumnya, dilakukan sepanjang Jalur Sutra, jalur perdagangan sepanjang 11.000 kilometer yang menghubungkan Tiongkok ke pasar-pasar dunia Muslim dan Eropa.
Banyak barang-barang yang diperjualbelikan di Dunia Muslim berharga tinggi, seperti kain, logam, kerajian kulit, permadani, naskah bergambar, dan kaca berlapis enamel, seperti dirangkum “1001 Penemuan dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim,” Rabu (2/11/2016).