Kesan Pertama Gowes Ascot, Sepeda Retro Bertenaga Listrik

Anton Suhartono, Jurnalis
Kamis 14 Mei 2015 09:09 WIB
Sepeda listrik Italjet Ascot (Foto: Anton/Okezone)
Share :

JAKARTA - Garansindo Inter Global dan Italjet memberi kesempatan kepada wartawan untuk menjajal sepeda listrik Ascot pada Rabu 13 Mei 2015. Sepeda listrik ini akan diperkenalkan secara resmi ke publik Tanah Air di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) pada Agustus 2015.

Kesan retro sangat terasa jika dilihat dari sasis berbahan alloy yang menggunakan desain melengkung. Aroma klasik semakin kental dengan penggunaan lampu depan, setang, suspensi, bel, serta jok yang mirip seperti pada sepera onthel.

Desain boleh klasik, namun sepeda stylish ini sudah menggunakan tenaga listrik. Di depan terdapat kotak untuk menyimpan baterai lithium ion 36 volt yang terbungkus bahan kulit coklat.

Dikarenakan bantuan tenaga listrik itulah pengendara tak perlu sampai berkeringat mengayuh pedal. Tenaga pada baterai mampu melajukan kendaraan berbobot 28 kilogram ini pada kecepatan 24 hingga 35 kilometer per jam. Motor listriknya berdaya 36 volt x 250 w. Sementara sistem transmisi menggunakan NuVinci 360. Gearbox-nya terintegrasi dengan roda belakang.

Tidak sulit untuk mengendarai sepeda ini. Pertama-tama, aktifkan motor listrik dengan memutar kunci ke posisi 'on' seperti menyalakan kendaraan pada umumnya. Kunci terkoneksi langsung dengan baterai.

Setelah dinyalakan, display yang terdapat di handlebar akan memunculkan beberapa indikator, di antaranya tenaga pada baterai, mode pengendaraan, serta kecepatan.

Ada lima mode yang dapat disetel oleh pengendara, yakni eco, city, tour, power, dan boost. Setiap mode memiliki karakteristik sendiri. Eco bisa disetel jika trek yang akan dilintasi tidak ekstrem, seperti banyak tanjakan. Mode eco juga menghemat konsumsi baterai di mana tenaga yang digunakan hanya 20 persen.

Sementara tingkat paling tinggi adalah boost dengan kecepatan maksimal motor bisa cukup mudah diraih pada mode ini. Selain trek menanjak, mode ini bisa digunakan jika pengguna ingin cepat sampai tujuan. Namun, jangan heran jika tenaga baterai akan cepat terkuras di mode ini.

Pada mode boost, cukup dengan mengayuh dua kali, Ascot bisa meluncur dengan kecepatan di atas 20 km/jam. Bedanya dengan sepeda, pada Ascot tidak perlu terus-menerus mengayuh karena motor listrik akan bekerja memutar roda. Sementara untuk menahan laju, roda depan dan belakang sudah menggunakan discbrake.

Secara umum tidak ada perbedaan dengan sepeda biasa dalam hal handling saat kendaraan melaju. Meski bobotnya 28 kg, Ascot tetap lincah saat berbelok. Pengendara bisa mengubah tingkat kecepatan gowesan. Fungsinya sama seperti sepeda gunung yang banyak digunakan. Di trek lurus, gowesan pedal bisa diseting berat, sedangkan di trek menanjak diubah menjadi ringan.

Meski rodanya lebih besar dan lebar dari sepeda biasa, motor listrik cukup responsif, sehingga di awal tidak perlu mengeluarkan tenaga besar saat menggowesnya.

Baterainya pun bisa di-charge di perangkat listik di rumah, baik langsung di sepeda atau dikeluarkan dari kotak penyimpannya. Untuk mengisi penuh dibutuhkan waktu empat jam. Usia pakai baterai bisa mencapai 70 ribu kilometer.

Meski berdesain retro, Italjet Ascot cocok digunakan untuk aktivitas sehari-sehari, tentunya bukan untuk jarak jauh. Di Italia, Ascot dibanderol dengan harga 5.000 euro atau sekira Rp74 juta. Bagaimana dengan pasar Indonesia? Memang belum ada angka pasti, namun Garansindo menyebutkan harganya tidak akan jauh berbeda.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya